Selasa, 30 April 2013

MENANGGAP 4 INJIL YANG BERBEDA

 

 Ini adalah diskusi pribadi saya lewat email dengan salah satu staf IDI (Isa dan Islam) yang mengaku bernama SLAMET dan isi entri ini adalah sama persis tanpa ada pengurang dan penambahan isi email.


Dan untuk para pembaca blog saya ini,  saya sendiri tidak membenarkan secara sepihak akan diri saya dalam diskusi ini, melainkan penilaian saudara secara objektif yang akan menilainya, karena kebenaran yang mutlak hanyalah milik ALLAH.SWT.
Maksud dan tujuan menerbitkan email dalam blog ini hanyalah semata-mata untuk pembelajaran bersama tentang situs IDI.
Dan bagi para pembaca, untuk diketahui agar tidak terjadi kebingungan dalam membaca isi entri ini maka dalam membacanya haruslah dari bawah tulisan ini, karena urutan email dan sambungan balasannya adalah dari bawah keatas.
trimakasih atas kunjungannya.....serta mohon saran dan kritiknya dan maaf jika ada bahan yang saya kutip dari blog yang lain tanpa menyebutkan sumbernya satu persatu. (yudi gimin)
wassalaamu'alaikum wr.wb....
 

RE: Saudara Cak Gimin - Menanggapi “Empat Injil yang berbeda."

Kamis, 13 Desember, 2012 12:31
Dari:
Tambahkan Pengirim ke Kontak
Kepada:
"Slamet" <Slamet@idionline.info>
saudara slamet....
maaf sebelumnya jika jawaban anda belum berkenan untuk saya. mengapa? karena yang saya tanyakan adalah bagaimana jika injil yang satunya berbeda pendapat dengan yang lainnya bahkan bertentangan satu sama lain, itu saja...tapi dari jawaban anda :
Jadi walaupun Injil memiliki empat kisah yang berbeda namun akurat mengenai Yesus. "Setiap kisah ketika ditambahkan kepada ketiga kisah lainnya, menjadi bagaikan benang dengan warna berbeda untuk menghasilkan gambar yang lebih lengkap mengenai Dia yang tak terlukiskan."

dalam satu pokok bahasan memang betul, tapi dalam pokok bahasan yang lain injil tidak bisa selaras.
anda mau bukti???
sekarang coba buktikan kepada saya jika injil2 anda yang berbicara tentang kematian yudas dan saat penyaliban yesus semua bisa ditarik benang merahnya dan tidak bertentangan satu sama yang lainnya.

saudara slamet yang terhormat...
sekiranya anda berani menyampaikan tentang apa yang saya inginkan untuk emai berikutnya, yakni membuktikan bahwa kisah kematian yudas dan penyaliban yesus semua injil berbicara salaras dan sejalan.

saya tunggu jawaban anda dan terimakasih.

--- Pada Kam, 13/12/12, Slamet <Slamet@idionline.info> menulis:

Dari: Slamet <Slamet@idionline.info>
Judul: RE: Saudara Cak Gimin - Menanggapi “Empat Injil yang berbeda."
Kepada: "Yudianto Gimin" <yudiantogimin@yahoo.com>
Tanggal: Kamis, 13 Desember, 2012, 11:26 AM

A5
 
Saudara Cak Gimin,

Terima kasih untuk emailnya. Kiranya Allah senantiasa menyertai saudara dan kami juga menghargai pandangan saudara. Pada kesempatan ini ijinkanlah kami menanggapi “Empat Injil yang berbeda."
Saudara Cak Gimin, sekalipun kitab Injil diilhamkan Allah (Injil, Surat 2 Timotius 3:16), namun Allah menggunakan manusia dari berbagai latar belakang dan kepribadian sebagai penulisnya. Setiap penulis Injil memiliki tujuan yang khas di balik Injilnya. Mereka masing-masing menekankan aspek yang berbeda dari kepribadian dan pelayanan Isa Al-Masih.

Rasul Matius menulis kepada pembaca berlatarbelakang Ibrani dan salah satu tujuan dari Injilnya adalah memperlihatkan dari silsilah Yesus dan penggenapan nubuat-nubuat Perjanjian Lama bahwa Yesus adalah Mesias yang sudah lama dinantikan, dan harus dipercaya. Penekanan Matius adalah pada Yesus sebagai Raja yang dijanjikan, sang “Anak Daud” yang akan duduk di tahta Israel untuk selama-lamanya (Matius 9:27; 21:9).

Rasul Markus, adalah saksi mata dari peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Yesus. Rasul Markus menekankan Kristus sebagai Hamba yang Menderita, Dia yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan memberi nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang (Injil, Rasul Markus 10:45).

Rasul Lukas, adalah tabib, penginjil dan sejarahwan yang teliti. Sebagai sejarahwan, dia menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk mencatat secara sistimatis kehidupan Kristus berdasarkan keterangan para saksi mata (Injil, Rasul Lukas 1:1-4). Rasul Lukas sering merujuk pada Yesus sebagai "Anak Manusia," menekankan kemanusiaan Isa Al-Masih.

Injil Yohanes, ditulis oleh Rasul Yohanes, berbeda dari ketiga Injil lainnya dan memuat banyak kandungan teologis yang berkaitan dengan Kristus dan makna iman. Injil Yohanes menekankan keillahian Isa Al-Masih, seperti "Firman itu adalah Allah", Juruselamat dunia, Anak Allah.

Jadi walaupun Injil memiliki empat kisah yang berbeda namun akurat mengenai Yesus. Setiap kisah ketika ditambahkan kepada ketiga kisah lainnya, menjadi bagaikan benang dengan warna berbeda untuk menghasilkan gambar yang lebih lengkap mengenai Dia yang tak terlukiskan.

Sebenarnya tema keempat kitab Injil adalah Isa Al-Masih yang dituangkan dalam satu nas. ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” ( Injil Rasul Besar Yohanes 3:16 )

Saudara Cak Gimin yang baik semoga bermanfaat bagi saudara, jika berkenan ingin mengenal kitab Injil, kami persilakan saudara membaca artikel pada link ini: Alkitab

Kiranya dengan mempelajari dan merenungkan isi dari artikel ini, Saudara akan mendapat berkah dari Allah.
Wassalam,
Slamet



From: Yudianto Gimin [yudiantogimin@yahoo.com]
Sent: Wednesday, December 12, 2012 10:15 PM
To: Slamet
Subject: Bls: Saudara Cak Gimin - Menggapi Yudas Iskariot mati gantung diri.

saudara slamet yang budiman...saya juga berterimakasih akan balasan email saudara, sehingga saudara slamet berkenan untuk berdiskusi dengan saya lagi dalam pokok bahasan yang lain.

saudara slamet yang saya hormati.....
menarik sekali komentar balasan anda untuk saya.

anda menulis:
1. Saudara Cak Gimin, Kitab Suci memang tidak menjelaskan secara rinci tentang kematian Yudas Iskariot. Mungkin yang lebih bermanfaat bagi kita bukanlah kematian seorang pengkhianat melainkan Isa Al-Masih yang dikhianati.

tanggapan saya:
saudara slamet, begitu simpelnya anda menelaah suatu permasalahan sehingga anda mengesampingkan sesuatu hal yang tidak penting menurut anda tetapi penting untuk yang lain. ini sama saja dengan  jika saya bicara seperti ini, tidak penting mencari Tuhan itu siapa, aoakah ALLAH SWT, yesus kristus atau sang widi wasa....yang penting kita percaya jika Tuhan itu ada yakni Tuhan yang Maha Esa.....sama bukan?
saudara slamet ada beberapa poin yang harus anda ketahui dan fahami sebelum keyakinan anda tanamkan dalam hati saudara sehingga keyakinan anda betul2 berdasar dan bukan keyakinan yang membabi buta tanpa dasar yang jelas.
diantaranya adalah  Kitab suci:
kitab suci adalah panduan dalam sebuah agama, dimana kitab suci merupakan pondasi hukum dalam melaksanakan kehidupan ini. lalu bagaimana jika kitab suci yang kita anut terdapat suatu kejanggalan? apakah kita diam saja dan membenarkannya tanpa menguji dan mencari kebenaran tersebut? jika ke-4 kitab suci anda sudah berbeda fersi dalam menerangkan sesuatu apakah anda akan tetap cuek saja?

kemudian apakah anda lupa jika proses kematian yesus itu adalah hal/kejadian yang sangat penting bahkan teramat penting dalam ajaran anda? karena kematian yesus adalah pondasi dalam sistem ketuhanan agama anda. dan jika dibalik kematian yesus tersebut ada sebuah proses yang kontroversi apakah anda tidak memperdulikannya?
Yudas iskiraot adalah sosok utama dari kematian yesus, bahkan itu juga yang dipermasalahkan oleh umat yang lain khususnya umat islam. Jika umat kristen sendiri tidak mempermasalahkannya berarti umat kristen tidak peduli dengan kitab sucinya dan umat kristen hanya bicara sepihak tentang kematian yesus itu sendiri.

sekali lagi saudara slamet.....
jika anda meremehkan dan tidak menghiraukan kematian yudas iskiraot berarti anda adalah orang yang berkaca mata kuda, atau memang umat anda tidak bisa menjawab kerancuan dari injil itu sendiri?

2. Bukan perkara yang mudah atau gampang bagi Isa Al-Masih dalam menghadapi hal ini. Bagi pemimpin agama yang lain tanpa banyak “cing-cong” tentunya Yudas Iskariot pasti langsung dibunuh. Namun inilah yang perlu kita renungkan bersama, betapa luar biasanya kasih-Nya Isa Al-Masih bagi manusia berdosa.

Ada banyak hal yang harus dihadapi oleh Isa Al-Masih ketika Dia datang ke dunia ini. Isa Al-Masih harus menanggalkan keilahianNya dan menjadi sama seperti manusia. Ada suatu jenjang perjalanan yang  harus Dia lewati, dimulai dari hidup dalam kandungan Maria selama 9 bulan.

tanggapan saya:
yang bergaris bawah tersebut adalh objek pembahasan saya.
dimana yesus yang menjelma sebagai manusia dengan berbagai kesulitannya karena dia meninggalkan keilahiannya. meninggalkan keilahiannya???

saudara slamet.... jika yesus adalah Tuhan dan menjelma menjadi manusia lalu meninggalkan keilahiannya pertanyaan saya kepada anda adalah:

lalu siapa yang memegang kendali sebagi Tuhan pada kurun waktu tersebut?

berarti pada saat itu Tuhan untuk sementara waktu tersebut tidak ada, sebab Ruh Tuhan sibuk dengan wujud kemanusiannya.

sekiranya anda sudi menjawab pertanyaan saya tersebut dengan jawaban yang masuk akal dan dapat diterima oleh logika.

sekian dulu dari saya, terimakasih banyak dan saya tunggu jawaban anda.
--- Pada Rab, 12/12/12, Slamet <Slamet@idionline.info> menulis:

Dari: Slamet <Slamet@idionline.info>
Judul: Saudara Cak Gimin - Menggapi Yudas Iskariot mati gantung diri.
Kepada: "yudiantogimin@yahoo.com" <yudiantogimin@yahoo.com>
Tanggal: Rabu, 12 Desember, 2012, 12:01 PM

A5 
Saudara Cak Gimin,
Kami berterima kasih atas comment Saudara.  Namun pada kesempatan ini ijinkanlah kami menanggapi comment saudara melalui email tentang Yudas Iskariot mati gantung diri.

Saudara Cak Gimin, Kitab Suci memang tidak menjelaskan secara rinci tentang kematian Yudas Iskariot. Mungkin yang lebih bermanfaat bagi kita bukanlah kematian seorang pengkhianat melainkan Isa Al-Masih yang dikhianati.

Bukan perkara yang mudah atau gampang bagi Isa Al-Masih dalam menghadapi hal ini. Bagi pemimpin agama yang lain tanpa banyak “cing-cong” tentunya Yudas Iskariot pasti langsung dibunuh. Namun inilah yang perlu kita renungkan bersama, betapa luar biasanya kasih-Nya Isa Al-Masih bagi manusia berdosa.

Ada banyak hal yang harus dihadapi oleh Isa Al-Masih ketika Dia datang ke dunia ini. Isa Al-Masih harus menanggalkan keilahianNya dan menjadi sama seperti manusia. Ada suatu jenjang perjalanan yang  harus Dia lewati, dimulai dari hidup dalam kandungan Maria selama 9 bulan.

Bahkan ketika tiba saatnya bagi Dia untuk lahir ke dunia ini, Dia harus melewati berbagai kesulitan. Dia ditolak dimana-mana dan akhirnya Dia harus lahir di kandang yang sangat hina, kotor dan bau. Ketika Dia sudah lahirpun, pada waktu Dia masih bayi, Dia harus dilarikan ke Mesir oleh orang tuaNya. Namun Dia mau melewati semua itu.

Apa yang membuat Dia rela melakukan semua itu ? KASIH. Hanya satu perasaan inilah yang ada didalam hati-Nya, sehingga Dia mau menebus manusia dari dosa, kejahatan dan kesengsaraan manusia yang sangat dikasihi-Nya.

Bahkan hal yang paling menyedihkan dan menakutkan bagiNya adalah ketika untuk sementara waktu Dia harus ditinggalkan agi oleh Bapa-Nya, karena seluruh dosa dan kejahatan manusia ditimpakan kepada-Nya. Dia melakukannya bagi kita semua. Suatu pernyataan kasih yang tidak dapat dimengerti dan dipahami oleh pemikiran manusia.

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Injil, Surat Roma 5:8)

Saudara Cak Gimin yang baik inilah yang sangat bermanfaat bagi saudara dan saya, jika berkenan ingin mengenal Isa Al-Masih, kami persilakan saudara membaca artikel pada link ini: Siapakah Allah itu?

Kiranya dengan mempelajari dan merenungkan isi dari artikel ini, Saudara akan mendapat berkah dari Allah.

Wassalam,
Slamet


From: Dialog Agama - Isa dan Al-Quran [masukan@idionline.info]
Sent: Thursday, December 06, 2012 6:06 AM
To: Slamet
Subject: Comment has been added: Apakah Al-Quran Mengatakan Isa Al-Masih Tersalib?

Discuss: Apakah Al-Quran Mengatakan Isa Al-Masih Tersalib?

#  cak gimin ( yudiantogimin@yahoo.com, IP: 118.97.95.225 ) — 2012-12-06 20:06
lalu kemanakah yudas iskiraot tersebut?
apakah injil mengatakan kematian yang sama? gantung diri atau jatuh dari ketinggian?
ternyata baru kali ini ada kisah orang terjatuh sampai isi perutnya keluar...

PENGERTIAN ALLAH MENURUT ORANG KRISTEN

 

 Ini adalah diskusi pribadi saya lewat email dengan salah satu staf IDI (Isa dan Islam) yang mengaku bernama SLAMET dan isi entri ini adalah sama persis tanpa ada pengurang dan penambahan isi email.


Dan untuk para pembaca blog saya ini,  saya sendiri tidak membenarkan secara sepihak akan diri saya dalam diskusi ini, melainkan penilaian saudara secara objektif yang akan menilainya, karena kebenaran yang mutlak hanyalah milik ALLAH.SWT.
Maksud dan tujuan menerbitkan email dalam blog ini hanyalah semata-mata untuk pembelajaran bersama tentang situs IDI.
Dan bagi para pembaca, untuk diketahui agar tidak terjadi kebingungan dalam membaca isi entri ini maka dalam membacanya haruslah dari bawah tulisan ini, karena urutan email dan sambungan balasannya adalah dari bawah keatas.
trimakasih atas kunjungannya.....serta mohon saran dan kritiknya dan maaf jika ada bahan yang saya kutip dari blog yang lain tanpa menyebutkan sumbernya satu persatu. (yudi gimin)
wassalaamu'alaikum wr.wb....
 
 
 

RE: Untuk saudara Yudianto - Menanggapi tentang pengertian istilah Allah menurut orang Kristen.

Selasa, 11 Desember, 2012 20:32
Dari:
Tambahkan Pengirim ke Kontak
Kepada:
"Slamet" <Slamet@idionline.info>
saudara slamet yang sangat saya hormati.....
sekiranya kita tidak membias kepada pembahasan yang lain...jika anda mengatakan YAHWEH dan YESUS adalah Tuhan yang sama itu hak anda, karena dalam hal ini saya tidak membahas masalah itu.

saudara slamet yang budiman...
yang kita bahas adalah
tentang pendapat anda yang mengatakan jika nabi Muhammad telah merubah nama Tuhan menajdi ALLAH, inilah pokok permasalahannya. dan dari balasan email saya yang lalu saya mengatakan jika anda salah besar, karena SEJARAH DAN FAKTA yang ada mengatakan jika nama ALLAH sudah digunakan jauh sebelum nabi Muhammad lahir. seharusnya inilah yang harus kita lanjutkan pembahasannya, dan anda juga harus bisa membuktikan berdasarkan fakta sejarah pula jika nabi Muhammad yang memulai penggunaan nama ALLAH sehingga pendapat anda tidak bisa saya katakan pendapat yang keliru bahakan menjurus kepada suatu fitnah.

memang diakhir email saya, saya mengatakan jika anda mempermasalahkan nama ALLAH ini mengapa anda juga menggunakannya dalam injil anda?
1. tapi anda menjawab karena anda mengunakan terjemahan injil dari bahasa indonesia sehingga nama Tuhan diterjemahkan dengan ALLAH, tapi sadarkah saudara jika ALLAH itu tidak berasal dari bahasa Indonesia???  jika diterjemahkan dalam bahasa indonesia maka kata ALLAH seharusnya tidak ada yang ada hanyalah kata TUHAN. tetapi mengapa masih ada kata ALLAH??? silahkan bertanya kepada kaum anda sendiri yang menerjemahkan injil anda.
2. jika anda tidak terima dengan kata ALLAH tersebut seharusnya kaum anda memakai injil dalam bahasa aslinya saja sehingga tidak membingungkan anda sendiri. inilah bukti nyata jika kitab suci dalam bahasa aslinya sangat dibutuhkan untuk menjaga dari hal2 yang tidak diinginkan.

saudara slamet....mari kita berfokus lagi dalam kontek pembahasan utama dalam diskusi ini, yakni dapatkah anda menunjukkan bukti sejarah dan fakta jika nabi Muhammad lah yang memulai dengan menyebut nama Tuhan dengan sebutan ALLAH??? sehingga apa yang anda katakan jika Nabi Muhammad memang orang pertama yang  merubah nama Tuhan itu dapat saya amini.
sekian dari saya dan saya tunggu jawaban anda, terimakasih.

--- Pada Sel, 11/12/12, Slamet <Slamet@idionline.info> menulis:

Dari: Slamet <Slamet@idionline.info>
Judul: RE: Untuk saudara Yudianto - Menanggapi tentang pengertian istilah Allah menurut orang Kristen.
Kepada: "Yudianto Gimin" <yudiantogimin@yahoo.com>
Tanggal: Selasa, 11 Desember, 2012, 12:15 PM

 
A5

Saudara Yudianto,

Terima kasih untuk emailnya. Kiranya Allah senantiasa menyertai saudara dan kami juga menghargai pandangan saudara. Pada kesempatan ini ijinkanlah kami menanggapi tentang pengertian istilah Allah menurut  orang Kristen.

Saudara Yudianto, memang pengertian tentang istilah “Allah” dalam bahasa Indonesia agak rancu, namun yang jelas Allah -nya umat Kristen berbeda dengan umat Muslim. Dan karena Alkitab yang kami gunakan terjemahan bahasa Indonesia maka kami tetap menggunakan istilah “Allah.”

Untuk jelasnya itu mari kita perhatikan pengertian ‘Nama Diri’ dan ‘ Sebutan Umum’ dari Allah. ‘Nama Diri’ dari Allah dalam bahasa Ibrani adalah YAHWEH dan diterjemahkan di dalam setiap versi terjemahan Alkitab- menggunakan huruf besar semuanya, contohnya : TUHAN, ALLAH.

Sedangkan ‘Sebutan Umum’ dari Allah dalam bahasa Ibrani adalah Elohim atau Adonai dan diterjemahkan di dalam setiap versi Terjemahan Alkitab- menggunakan huruf kecil semuanya kecuali huruf yang pertama, contohnya : Tuhan, Allah.

‘Nama Diri’ dan ‘Sebutan Umum’ dari Allah pertama kali dikenalkan oleh Nabi Musa kepada bangsa Israel.
“Selanjutnya berfirmanlah Elohim (sebutan umum) kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: YAHWEH (nama diri) , Elohim nenek moyangmu,...(Kitab Taurat Keluaran 3:15)

Dan oleh Lembaga Alkitab Indonesia dituliskan sebagai berikut :
“Selanjutnya berfirmanlah Allah (sebutan umum) kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN (nama diri), Allah nenek moyangmu, ...” (Kitab Taurat Keluaran 3:15)

Bagaimana dengan YESUS atau Isa Al-Masih?
YAHWEH / ALLAH/ TUHAN adalah nama diri dari Tuhannya orang Yahudi dan Kristen.
YESUS juga adalah nama diri dari Tuhannya orang Kristen, Tuhan yang berinkarnasi jadi manusia diberi nama YESUS.

YAHWEH adalah Nama Tuhan sebelum berinkarnasi, YESUS adalah Nama Tuhan ketika berinkarnasi menjadi manusia.

Nama YESUS berasal dari kata YAH-SHUA yang berarti: YAHWEH Juruselamat atau YAHWEH yang menyelamatkan. Jadi, Nama YESUS berasal dari nama YAHWEH ditambah attribut/gelar SHUA, yang artinya Juruselamat. Dengan demikian YAHWEH dan YESUS adalah Tuhan yang sama.

Semoga bermanfaat bagi saudara, untuk informasi lebih lanjut, saudara dapat membaca artikel pada link ini: Siapakah Isa Al-Masih itu?

Kiranya dengan mempelajari dan merenungkan isi dari situs ini Saudara akan mendapat berkah dari Allah.

Wassalam,
Slamet


From: Yudianto Gimin [yudiantogimin@yahoo.com]
Sent: Saturday, December 08, 2012 5:10 AM
To: Slamet
Subject: Bls: Untuk saudara Yudianto - Menanggapi tentang kepercayaan yang membabi-buta.

saudara slamet yang terhormat.....
jumpa lagi dengan saya...semoga kita dapat berdiskusi dengan sehat dan tidakterputus ditengahjalansebelumada kesimpulan yang kita harapkan.....

saudara slamet.......
dari email anda dapat saya simpulkan pokok pembahasan dari anda, yakni kata ALLAH yang menurut saudara adalah itu penggantian nama yang dilakukan oleh nabi Muhammad, tapi sebelum itu akan saya tanggapi dulu satu permasalahan yang anda sampaikan yakni:
dari anda:
Bahkan nabi-nabi Israel tidak pernah menerima "kitab sakral" dari Allah, hanya Muhammad yang menerima kitab Al-Quran dari Allah. Karena TUHAN tidak pernah menurunkan kitabTaurat, Zabur dan Injil kepada umat-Nya. Sebenarnya Taurat, Zabur, dan Injil adalah kitab yang berisi sejarah tentang TUHAN yang ditulis manusia.

tanggapan saya:
saudara slamet....dari situ kelihatan sekali kira2 kitab suci mana yang lebih sempurna? catatan sejarah atau kitab yang langsung dari ALLAH? tapi anda lupa ya kalau ada bagian Taurat yang disebut 10 perintah Tuhan itu langsung diturunkan oleh ALLAh kepada nabi Musa, yang salah satunya telah dilanggar oleh kaum anda yakni dilarangnya untuk membuat patung apapun bentuknya.
saudara slamet.....
jika anda mempelajari Al-Quran dengan kepala dingin dan ketulusan hati mungkin anda menemukan kekaguman didalamnya,karena disana banyak sekali keajaiban yang tak mungkin dibuat atau diakarang oleh manusia pada masa itu.
sebagai contoh silahkan buka ayat2 tentang terjadinya dunia, hujan, gunung sebagai pasak bumi, tentang jumlah perbandingan air dan daratan, dua lautan air laut dan air tawar, daun yang berzdikir atau bersuara, tentang mayat Firaun, tentang bahan piramida bahkan banyak lagi yang lain yang sangat selaras dengan ilmu pengetahuan. Bahkan pula hadist nabi Muhammad, semisal tentang sayap lalat, cara tidur beliau, tata cara makan dan minum, meniup makanan panas dll...semuanya sangat selaras dengan ilmu pengetahuan saat ini.
pertanyaannya adalah:
a. apakah ada seseorang yang mengarang kitab seperti hal tersebut, yang sangat jauh dari kontek logika tapi terbukti kebenarannya.
b. apakah saudara pernah membaca tentang angka 19 dalam Al-Quran? inilah angka sebagai bukti bahwa Al-Quran memang bukan karangan manusia dan sebagai tanda jika Al-Quran tidak pernah berubah isinya. jika ini karangan manusia dan sudah mengalami perubahan maka mustahil angka ajaib 19 tadi bisa didapat. dan inilah bentuk keajaiban Al-Quran yang isi ayatnya dikira tidak teratur justru menghasilkan angka 19 ini, inilah bukti nyata jika Al-Quran adalah mukjizat dari ALLAH.
pesan saya, silahkan buktikan apa yang saya sarankan untuk anda, yakni mencari kebenaran tentang ayat2 Quran yang sangat selaras dengan ilmu pengetahuan dan keajaiban angka 19 tadi yang tidak akan pernah didapati dalam kitab suci yang lain.

saudara slamet yag budiman...
mengenahi nama ALLAH, sekiranya anda membaca dulu sumber yang falid dan aktual, sehingga anda dapat menyimpulkan suatau wacana yang objektif. bagaimana mungkin nabi Muhammad mengganti nama Tuhan dengan sebutan ALLAH jika nama ALLAH itu sendiri sudah ada jauh sebelum kelahiran beliau?

ini adalah sedikit sejarah nama ALLAH untuk anda:
Catatan tertua pada milenium kedua sebelum zaman Yesus Kristus menyebutkan, keturunan Abraham yang disebut suku-suku Arab, khususnya Ibrahimiyah dan Ismaelliyah yang dikenal sebagai kaum Hanif (jamak: Hunafa) menyebut nama "Allah" sejak berkembangnya bahasa Arab. Ensiklopedia Islam menyebut bahwa: "Gagasan tentang Tuhan yang Esa yang disebut dengan nama Allah, sudah dikenal oleh bangsa Arab kuno…..kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah Hunafa, sebuah kata yang pada asalnya ditunjukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail." (hal. 50-51).

Inskripsi suku Lihyan mengungkap catatan abad ke-5/6 SM (semasa Ezra) bahwa nama 'Allah' sudah digunakan. Ada yang memberi stigmatisasi bahwa "Allah" adalah nama berhala Siria kuno namun kenyataannya inskripsi Lihyan sebagai pusat penyembahan "hlh" sehingga nama 'Allah' tidak tertuju untuk "dewa Siria".

Nama-nama Allah pertama menjadi umum di teks Lihyan. …Bukti ditemukannya nama Allah menunjukan bahwa Lihyan adalah pusat penyembahan Allah di Arab. "Orang Siria menekankan kata benda umum "allah" ('a' kecil) menjadi nama diri dengan menambahkan nama elemen "a" : allaha = "the god" lalu menjadi "God" ketika orang Lihyan mengambil alih nama diri Allaha, nama itu diarabkan dengan menghilangkan elemen "a" sehingga menjadi Allah.(F.V.Winnet, Allah before Islam, dalam The Muslim world, Vol.38,1938,hlm.245-248).

Inskripsi Lihyan abad ke-5/6 SM berada di Arab utara berasal dari bahasa Nabatea Arami yang letaknya tidak jauh dari Yerusalem yang dikenal Kitab Ezra dan Daniel yang sezaman yang memuat nama Aram "Alaha" yang ditujukan kepada "Elah Yisrael" / Allah Israel. (Ezra 5:1; 6:14). Lagipula, pendahulu suku Lihyan adalah suku Dedan yang adalah keturunan Dedan cucu Ketura, isteri Abraham, tentu ada kaitannya dengan kaum Hanif. Studi yang sama dikemukakan Trimingham dalam bukunya Christianity Among the Arabs in Pre-Islamic Times, yaitu bahwa nama "Allah", sudah lama digunakan di kalangan suku-suku Arab, termasuk oleh orang Kristen dan berasal dari "Alaha" Aram yang dalam Kitab Ezra ditujukan kepada "Elah Yisrael". Bahasa Arab diketahui berkembang dari nabati-Aram. (penekanan ditambahkan, Red). Jadi, adanya dugaan bahwa "Allah" sesembahan Lihyan itu adalah Dewa Siria SANGATLAH TIDAK BENAR tetapi telah diketahui bahwa nama itu (Allah) ditujukan kepada "Alaha" Aram yang menunjuk kepada "Elah Yisrael" (Allah Israel).

Pada tahun 244 seorang Arab Kristen Philip the Arab menjadi Kaisar Roma dan pada Konsili Nicea (325) hadir 6 uskup Arab dari kawasan imperium Romawi dan 3 uskup lainnya dari kawasan Arab non-Romawi. Hal ini menunjukan bahwa umat Kristen Arab dengan bahasa Arabnya sudah menyebar bahkan menduduki jabatan tinggi Kaisar Romawi dan Uskup jemaat Arab. Peter Pacerillo, arkeolog Franciscan menemukan rumah-rumah di Siria, Lebanon dan Palestina dari abad ke-4 (300 tahun sebelum Islam) dengan inskripsi "Bism Ellah al Rahmani al Rahimi" (Dalam nama Allah yang pengasih dan penyayang), sedangkan pada Konsili Efesus (tahun 431) hadir Uskup Arab bernama Abdellas (Abdullah, band. dengan "Wahab Allah" yang diterjemahkan ke bahasa Yunani sebagai "ouaballas"). Dalam fragmen pra-Islam yang ditemukan pada tahun 1901 di Damaskus ada teks LXX Mazmur 78 di mana "hotheos" (Elohim) diterjemahkan ke dalam bahasa Arab yang ditulis dengan aksara (abjad) Yunani sebagai "allau" (ayat 22, 31, 59), dalam inskripsi itu huruf "ha" Arab ditulis sebagai "upsilon" Yunani.

Allah sudah dikenal di Arab, Ia adalah satu dari banyak sesembahan yang disembah di Mekah kemungkinan sebagai Tuhan yang Mahakuasa dan tentu saja Tuhan pencipta. Ia sudah dikenal sejak dulu sebagai "Allah,"Al-Ilah (asal kata yang paling mungkin, saran lainnya adalah "Alaha" Aram). (Brill, vol I hlm.406). "Sebagian besar beranggapan nama diri Allah ada asalnya (mushtakk, mankul), kontraksi al-ilah, dan menganggap ilah adalah tiga huruf akar kata." (Brill, vol III hlm. 1093).

Selain dalam inskripsi dan nama, sejak awal Injil bahasa Arab juga menggunakan nama "Allah". Alkitab Peshita dalam bahasa Aram ditulis pada abad ke-2 di mana El/Elohim/Eloah Ibrani ditulis "Elah/Alaha". Seperti diketahui dari inskripsi Lihyan abad ke-5/6 dan sejarah bahasa bahwa "Alaha" Aram menurunkan "Allah" Arab Nabatea dan bahasa Arab.


saudara slamet...senang bisa berdiskusi dengan anda kembali, dan dalam bahasan kali ini saya ingin bertanya kepada anda, jika nama ALLAH adalah sabotase dari Nabi Muhammad dan menjadi persoalan buat anda mengapa kaum anda juga menggunakan nama ALLAH sebagai nama Tuhan sebagaimana tertera jelas dalam injil2 anda????

trimakasih dan semoga ini bermanfaat, semoga pula hidayah ALLAH tercurah untuk anda.

--- Pada Jum, 7/12/12, Slamet <Slamet@idionline.info> menulis:

Dari: Slamet <Slamet@idionline.info>
Judul: Untuk saudara Yudianto - Menanggapi tentang kepercayaan yang membabi-buta.
Kepada: "yudiantogimin@yahoo.com" <yudiantogimin@yahoo.com>
Tanggal: Jumat, 7 Desember, 2012, 6:07 PM

 
A5

Saudara Yudianto,

Terima kasih untuk emailnya. Kiranya Allah senantiasa menyertai saudara dan kami juga menghargai pandangan saudara. Pada kesempatan ini ijinkanlah kami menanggapi tentang kepercayaan yang membabi-buta.

Saudara Yudianto, Nabi-nabi (termasuk nenek moyang) bangsa Israel tidak pernah menyembah dan menerima perintah dari Allah melainkan dari YAHWEH (bahasa Indonesia TUHAN/ALLAH). Oleh sebab itu tidak ada perintah dari TUHAN agar Ibrahim menghancurkan patung-patung.

Janji/perintah TUHAN terhadap Ibrahim tertulis dalam Taurat, Kitab Kejadian 12:1-3. “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Bahkan nabi-nabi Israel tidak pernah menerima "kitab sakral" dari Allah, hanya Muhammad yang menerima kitab Al-Quran dari Allah. Karena TUHAN tidak pernah menurunkan kitabTaurat, Zabur dan Injil kepada umat-Nya. Sebenarnya Taurat, Zabur, dan Injil adalah kitab yang berisi sejarah tentang TUHAN yang ditulis manusia.

Tuhan/Elohim yang bernama YAHWEH, telah diperkenalkan dan dicantumkan oleh TUHAN sendiri hampir sebanyak 7000 kali diseluruh Alkitab. Ini tidak pernah dibantah oleh siapapun sebelumnya. Namun tiba-tiba Muhammad datang dan mengubahnya menjadi Allah.

YAHWEH (TUHAN) telah memperkenalkan diri-Nya” (Zabur, Kitab Mazmur 9:17). “Aku adalah Aku…YAHWEH, Elohim leluhurmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Yakub… itulah nama-Ku untuk selama-lamanya…”

Bahkan Muhammad pula yang berkata, “Allahku dan Allahmu adalah satu?” Tentu ini penyimpangan yang luar biasa. Dapatkah TUHAN “ujuk-ujuk” diganti nama-Nya? TUHAN/YAHWEH Sang Pencipta diganti oleh Muhammad dengan nama “Allah” yang dimirip-miripkan TUHAN/YAHWEH. Jadi TUHAN/YAHWEH dan Allah itu adalah Tuhan yang berbeda!

Jadi siapakah itu Allah yang nama-pribadinya muncul mendadak dalam Al-Quran, tanpa diketahui kapan dan dimana nama itu pertama kalinya dimunculkan dalam Al-Quran: surah mana dan ayat berapa?

Saudara Yudianto, sekarang kita mengetahui siapakah sebenarnya yang kepercayaannya membabi-buta?

Semoga bermanfaat bagi saudara, jika berkenan untuk informasi lebih lanjut, kami persilakan saudara membaca artikel pada link ini: Siapakah Allah itu?

Kiranya dengan mempelajari dan merenungkan isi dari artikel ini, Saudara akan mendapat berkah dari Allah.

Wassalam,
Slamet


From: Yudianto Gimin [yudiantogimin@yahoo.com]
Sent: Monday, November 26, 2012 4:44 PM
To: Masukan
Subject: Bls: Al-Fatihah (Al-Asas), Pondasi Kehidupan (18)

alkisah, saat nabi Ibrahim menghancurkan patung2 sesembahan waktu itu dengan kampaknya, Ia menyisakan 1 patung yang paling besar dan mengalungkan kampak dileher patung itu.
saat raja namrud bertanya kepada nabi Ibrahim: "siapakah yang telah menghancurkan Tuhan2 kami (patung2 tersebut)?"
nabi Ibrahim menjawab: "silahkan anda bertanya kepada petung itu."
Raja namrud berkata: "apakah kamu sudah gila menyuruh aku bertanya kepada patung itu?"
nabi Ibrahim: "sepertinya andalah yang telah gila, karena telah menyembah patung yang ditanya saja tidak bisa menjawab."


saudaraku....dari sini logika harus mempunyai peran penting untuk mencari dan mengurai kebenaran, terlebih masalah ketauhidan.
Nabi daud menerima  zabur melalui malaikat jibril, begitu juga nabi musa menerima Taurat  dari malaikat jibril kecuali 10 perintah Tuhan yang diantara isinya adalah diharamkannya untuk membuat patung. lalu dari siapakah injil2 surat paulus ia terima? apakah juga melalui malaikat jibril?
kira2  lebih mulia siapakah nabi Musa atau paulus yang telah menghalalkan babi dan menolak sunat serta menghalkan patung? bukankah yesus sendiri tidak memerintahkan seperti paulus? apakah paulus dapat dikatakan tidak menentang yesus?

saudaraku....saat kita mendengar sesuatu dari seseorang haruskah kita langsung percaya 100% tanpa mencari dan membandingkan kebenaran tersebut? walaupun jika kita percaya haruskah kepercayaan tersebut  membabi buta? dan bagaimana jika kita menemukan sebuah kesalahan/ketidak benaran dari apa yang telah kita percayai? haruskah kita tetap membela kepercayaan tersebut dengan mambabi buta? terlebih kebenaran tersebut adalah masalah TAUHID?

sebagai manusia yang beragama, masalah Tauhid adalah masalah pokok dalam kehidupan. Dan pencarian kebenaran Tauhid ini harus menggunakan akal, rasio, logika dan hati nurani.

trimakasih.



--- Pada Sen, 26/11/12, Isa Dan Islam <Masukan@idionline.info> menulis:

Dari: Isa Dan Islam <Masukan@idionline.info>
Judul: Al-Fatihah (Al-Asas), Pondasi Kehidupan (18)
Kepada: yudiantogimin@yahoo.com
Tanggal: Senin, 26 November, 2012, 8:30 AM


Having trouble viewing this email? Click here


RENUNGAN BERKALA ISA DAN AL-FATIHAH
AL-FATIHAH (AL-ASAS) PONDASI KEHIDUPAN (18)
Seperti telah kita pelajari Al-Fatihah diberi banyak nama oleh penganut agama Islam.  Kami juga melihat adanya pemakaian kata al-asas.  Kami merasa ini masuk akal.  Apakah Al-Fatihah memuat pokok-pokok yang dapat menjadi pondasi kehidupan beragama? Memang! Beberapa pokok pondasi yang penting ialah yang menekankan bahwa Allah Maha-Pemurah, Maha-Penyayang, Tuhan semesta Alam, Penguasa hari pembalasan dan Pemberi nikmat.  Pokok-pokok Inilah penting untuk kehidupan beragama.
Menurut Injil pondasi beragama ialah anugerah.  Manusia tidak dapat menyelamatkan diri dari dosa. Karena itu keselamatan merupakan anugerah yang diberikan Isa Al-Masih.  Sedangkan Isa Al-Masih sendiri merupakan al-asas untuk orang yang ingin pasti masuk sorga.
  
Pemazur menulis: "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru." (Maz. 118:22).  Isa Al-Masih sendiri serta para rasul menekankan bahwa Isa-lah 'batu yang dibuang' (Injil, Lukas 20:17; Kisah Para Rasul 4:11).  Kemudian Rasul Paulus menulis: "Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus [Isa Al-Masih]." (Injil, I Korintus 3:11)
Dengan demikian walaupun ajaran agama penting, dasar untuk keselamatan dan hidup yang kekal tidak dicari dalam tulisan agama. Hanya pribadi Kalimat Allah harus menjadi pondasi kehidupan kita.
Wassalam!
 
Staff, Isa dan Islam
"Tunjukilah kami jalan yang lurus . . ." (Al-Fatihah 6)
Sabda Isa kepadanya, "Akulah jalan . . . " (Injil, Rasul Yahya 14:6)  

Email: Masukan@idionline.info; Website: www.isadanislam.com 
Kursus Dialog Agama - www.isadanislamstudi.com
Jalan Keselamatan - http://www.isadanislam.com/jalan-keselamatan 

Kalau saudara tidak ingin menerima email dari kami lagi, silakan mengklik pada
 Unsubscribe
IDI International PO Box 891 Gilbert, Arizona 85299 United States


APAKAH MARIA JUGA MENYEMBAH YESUS???

 Ini adalah diskusi pribadi saya lewat email dengan salah satu staf IDI (Isa dan Islam) yang mengaku bernama SLAMET dan isi entri ini adalah sama persis tanpa ada pengurang dan penambahan isi email.


Dan untuk para pembaca blog saya ini,  saya sendiri tidak membenarkan secara sepihak akan diri saya dalam diskusi ini, melainkan penilaian saudara secara objektif yang akan menilainya, karena kebenaran yang mutlak hanyalah milik ALLAH.SWT.
Maksud dan tujuan menerbitkan email dalam blog ini hanyalah semata-mata untuk pembelajaran bersama tentang situs IDI.
Dan bagi para pembaca, untuk diketahui agar tidak terjadi kebingungan dalam membaca isi entri ini maka dalam membacanya haruslah dari bawah tulisan ini, karena urutan email dan sambungan balasannya adalah dari bawah keatas.
trimakasih atas kunjungannya.....serta mohon saran dan kritiknya dan maaf jika ada bahan yang saya kutip dari blog yang lain tanpa menyebutkan sumbernya satu persatu. (yudi gimin)
wassalaamu'alaikum wr.wb....



Bls: Untuk Saudara Cak Gimin - Menanggapi "Apakah Maria menyembah Isa Al-Masih?"

Selasa, 11 Desember, 2012 20:15
Dari:
Tambahkan Pengirim ke Kontak
Kepada:
"Slamet" <Slamet@idionline.info>
trimakasih atas email saudara.....
saudara slametyang budiman, anda telah panjang lebar menulis email untuk saya menyambung jawaban saya dalam situs IDI, tai sayang sekali apa yang anda paparkan jauh sekali dari yang saya inginkan.

saudara slamet, mari kita mengkaji lagi akan tanggapan saya dalam situs IDI, yang bunyi intinya adalah:
*** MARIA tidak menyembah YESUS anaknya sendiri.
lalu anda menyodorkan saya akan beberapa ayat injil:
- “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Injil, Rasul Lukas 1:43) Masak Maria tidak mengerti kalau Isa Al-Masih itu TUHAN?

ok...saya akan tanggapai ayat yang anda sodorkan tersebut, tetapi saran saya coba anda cermati dengan teliti uraian saya dibawah ini, kira2 keterangan siapa yang lebih bisa diterima logika, saya atau anda!!!

saudara slamet...dlm ayat diatas memang ada kata "Ibu Tuhanku"...., yang artinya adalah maria itu IBU Tuhan. sekarang kita simak ayat tersebut dengan ayat berikut:
lukas
1:36: "Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu."

dalam ayat diatas, disebutkan bahwa saat itu elisabet dan maria sama2 dalam posisi mengandung.

keterangan:
1.
Apakah kehamilan Maria dari Roh Kudus adalah hal yang diketahui oleh masyarakat luas jaman itu? Tentu saja jawabannya tidak, pastilah Maria merahasiakan pertemuannya dengan malaikat. Yusuf saja awalnya tidak mengetahui bagaimana Maria bisa hamil, sampai malaikat Tuhan yang memberitahukan kepadanya lewat mimpi. Lagi pula jika Maria menceritakan bahwa ia hamil dari Roh Kudus, tentulah ia akan dianggap menghujat Tuhan.
DARIMANA ELISABETH TAHU KALAU MARIA SEDANG HAMIL???
2. JIKA Elisabeth mengetahui yang dikandung Maria adalah TUHAN dia mengetahui darimana??? dan apakah Elisabet menyembah YESUS ketika YESUS masih dikandungan dan setelah LAHIR?? walaupun msh dikandungan bukankah tetap saja dinamakan Tuhan yang wajib disembah???
3. lebih dari itu....inilah pokok permasalahan dari bahasan ini yang harus anda jawab,  saat yesus dikandungan maria apakah maria juga menyembah yesus???


saudara slamet yang saya hormati,....
anda juga menyantumkan ayat berikut:

Kalau Isa Al-Masih bukan Tuhan tentunya Maria melarang orang Majus itu menyembah Isa Al-Masih. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.” (Injil, Rasul Lukas 2:11)

tanggapan:
1. sebelumnya saya ingatkan kepada anda terlebih dahulu jika ayat diatas bukan dari Lukas 2:11, melainkan dari matius 2:11, jadi disini anda salah dalam menyebutkan injil anda.
2. ayat ini menurut kaum kristen sendiri mempunyai penafsiran yang berbeda2, ada yang mengatakan 3 orang majusi dari persia dan ada juga yang menafsirkan 3 raja bahkan ada juga yang menafsirkan semua raja2 karena jumlah 3 orang tidak bisa diterima diayat ini. tetapi saya tidak akan mempersoalkan penafsiran ayat diatas dlam lingkup tersebut.
saudara slamet....
marilah disini kita bicara dengan fakta dan logika, bukankah orang Majus yang dirujuk penulis Matius adalah para penganut Zoroasterianisme?
sedangkan ajaran Zarathustra mengajarkan monoteisme dengan Ahura Mazda sebagai satu-satunya dewa yang harus disembah namun keberadaan dewa-dewa lain pun tetap diakui. Dewa-dewa yang turut diakui keberadaanya ada lima yaitu:
  1. Asha Vahista, dewa tata tertib dan kebenaran yang berkuasa atas api
  2. Vohu Manah, dewa yang digambarkan sebagai sapi jantan ini dikenal sebagai dewa hati nurani yang baik
  3. Keshatra Vairya, yaitu dewa yang berkuasa atas segala logam
  4. Spenta Armaity, yaitu dewa yang berkuasa atas bumi dan tanah
  5. Haurvatat dan Amertat, yaitu dewa-dewa yang berkuasa atas air dan tumbuh-tumbuhan
sedangkan
Kitab suci orang-orang penganut Zoroaster adalah kumpulan tulisan-tulisan sakral yang dikenal dengan Avesta yang terbagi menjadi empat bagian. Keempat bagian itu terdiri atas:
  1. Kitab Yasna yaitu kumpulan doa-doa dan aturan-aturan ibadah. Kitab Yasna juga mencakup Ghata yakni kumpulan puji-pujian yang dipercayai sebagai hasil tulisan dari Zoroaster. Ghata terdiri dari 17 puji-pujian yang dibuat dalam bentuk puisi yang sulit diterjemahkan dan hanya bisa dimengerti oleh orang-orang tertentu.Puisi ini menceritakan tentang perjumpaan Zoroaster dengan Tuhan dalam suatu penglihatan.
  2. Kitab Visparat berisi puji-pujian penuh hormat serta permohonan kepada Tuhan.
  3. Kitab Vivevdat (Vendidad) yaitu tulisan-tulisan yang berkaitan dengan ritual pemurnian.
  4. Kitab Khode Avesta, yaitu buku kumpulan doa sehari-hari yang di dalamnya juga mencakup Yashts, kumpulan puji-pujian dan puisi tentang kepahlawanan.
FAKTA-FAKTA
1.fakta yang ada adalah dari sekian kitab suci orang majusi tidak ditemukan tentang ketuhanan yesus.
pertanyaannya adalah jika dari sumber kayakinan orang majusi tidak berbicara tentang ketuhanan yesus.
2. jika orang majusi saat itu menyembah dewa2 maka setelah pertemuan tersebut apakah orang2 majusi tersebut mengajak umat majusi yang lain untuk menyembah yesus?
3. Zoroastrianisme tidak menekankan pentingnya konversi. Mereka berusaha mempertahankan agamanya sebagai agama yang khas dalam komunitas mereka. Akan tetapi, mereka tetap membuka peluang bagi siapa saja yang hendak menjadi penganut Zoroastrianisme. Sepanjang abad 20, banyak orang-orang penganut Zoroastrianisme yang menetap di Iran dan India melakukan migrasi ke negara-negara lain. Kini, komunitas Zoroastrianisme dapat ditemukan di kota-kota besar seperti London,New York,Chicago,Boston dan Los Angeles dan telah hidup berbaur dengan komunitas-komunitas beragama lain. dan mereka tetap meyembah tuhannya tidak menyembah yesus.
4. Faktanya adalah dari ayat yang anda sampaikan diatas tidak saya temukan maria yang menyembah yesus.

saudara slamet yang budiman...dari awal saya mengatakan jika jawaban anda tidak dapat memuaskan saya, karena saya menanyakan apakah ada bukti dari injil anda jika maria itu menyembah yesus. dan ayat2 injil yang anda sodorkan kepada saya isinya tak satupun ada yang menerangkan bahwa maria menyembah yesus, karena objek utamanya adalah MARIA. jika anda tidak keberatan coba anda tunjukkan kepada saya ayat injil yang menerangkan bahwa maria menyembah dan bersujud dihadapan yesus.

sekian dari saya, semoga anda lebih bisa berfikir realistis dan seobjektif mungkin sehingga disini saya tidak mengatakan lagi dengan keyakinan yang membabi buta. trimakasih.
--- Pada Sel, 11/12/12, Slamet <Slamet@idionline.info> menulis:

Dari: Slamet <Slamet@idionline.info>
Judul: Untuk Saudara Cak Gimin - Menanggapi "Apakah Maria menyembah Isa Al-Masih?"
Kepada: "yudiantogimin@yahoo.com" <yudiantogimin@yahoo.com>
Tanggal: Selasa, 11 Desember, 2012, 12:11 PM

A5
Saudara Cak Gimin,
Kami berterima kasih atas comment Saudara.  Namun pada kesempatan ini ijinkanlah kami menanggapi comment saudara melalui email tentang "Apakah Maria  menyembah Isa Al-Masih?"

Saudara Cak Gimin, Alkitab tidak pernah mencatat Isa Al-Masih secara persis mengucapkan kalimat, “Saya adalah Allah.” Namun ini tidak berarti bahwa Dia tidak memproklamirkan bahwa Dia adalah Allah dan menolak penyembahan dari manusia.
Dalam Wahyu, malaikat menginstruksikan Rasul Yohanes untuk hanya menyembah kepada Allah (Injil, Surat Wahyu 19:10). Beberapa kali dalam Alkitab, Isa Al-Masih menerima penyembahan. Dia tidak pernah menegur orang-orang yang menyembah Dia. Kalau Isa Al-Masih bukan Allah, Dia pasti akan melarang orang-orang menyembah Dia, sama seperti malaikat dalam kitab Wahyu.
Bagaimana dengan Maria?
Isal-Masih itu adalah Anak Allah, Raja Yahudi dan imanuel. Imanuel artinya adalah ALLAH menyertai kita. Setidaknya yang bisa mereka pikirkan adalah Seorang perwakilan ALLAH di dunia atau RAJA Yahudi. Sebagai RAJA, sudah pasti akan menerima penyembahan dari rakyatnya.
Elisabet, saudara Maria ibunda Yohanes Pembaptis mengatakan: “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Injil, Rasul Lukas 1:43). Elisabet menyebut keponakannya sebagai ibu TUHANku. Masak Maria tidak mengerti kalau Isa Al-Masih itu TUHAN?
Kalau Isa Al-Masih bukan Tuhan tentunya Maria melarang orang Majus itu menyembah Isa Al-Masih. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.” (Injil, Rasul Lukas 2:11)
Saudara Cak Gimin semoga bermanfaat bagi saudara, jika berkenan ingin mengenal Isa Al-Masih,
kami persilakan saudara membaca artikel pada link ini: Siapakah Allah itu?

Kiranya dengan mempelajari dan merenungkan isi dari artikel ini, Saudara akan mendapat berkah dari Allah.

Wassalam,
Slamet


From: Dialog Agama - Isa dan Al-Quran [masukan@idionline.info]
Sent: Monday, December 10, 2012 7:47 AM
To: Slamet
Subject: Comment has been added: Mengapa Maryam "Di Atas Segala Wanita Di Dunia?"

Discuss: Mengapa Maryam "Di Atas Segala Wanita Di Dunia?"

#  cak gimin ( yudiantogimin@yahoo.com, IP: 118.97.95.225 ) — 2012-12-10 21:47
ya...Maryam adalah manusia pilihan ALLAH, walau dia melahirkan ISA-ALMASIH tetapi dia tetap meyembah ALLAH dan tidak menyembah Isa-Almasih yang nota bene adalah anaknya sendiri.
inilah hal penting yang harus diketahui, sekali lagi MARYAM tidak menyembah ISA-ALMASIH, tetapi menyembah ALLAH SWT.